FAHRI HAMZAH : JIKA SAYA JADI PRESIDEN SAYA TIDAK AKAN MELAKUKAN . . . .



Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut perombakan susunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Meski demikian, Fahri punya pesan kepada Jokowi terkait dengan isu reshuffle ini. 

"Itu merupakan hak Presiden, karena apa pun keputusan Presiden, itu kewenangan dia secara internal dalam kabinet. Yang penting bagi kita, reshuffle itu demi kepentingan dan kemaslahatan masyarakat dan jangan lupa juga harus memiliki etika kepada pejabat yang ada," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

"Menteri bukan pejabat tinggi yang biasa, mereka adalah pejabat yang terhormat. Biasakanlah proses pergantian terhadap mereka itu juga dengan menghormati mereka," lanjutnya. 

Fahri menyebut, mau berapa kali pun Jokowi merombak kursi menteri, itu hak dia sebagai presiden. Namun Fahri mewanti-wanti Jokowi bahwa masyarakat bisa menilai kebijakan itu.

"Itu urusannya Presiden dan itu persoalan sekitar Presiden sendiri. Tapi yang paling penting, agar kita masyarakat bisa jadi lebih baik gara-gara reshuffle itu," ucapnya. 

Fahri lantas menyindir Jokowi. Menurutnya, jika dia seorang presiden, tak akan ada reshuffle karena timnya akan sangat kompak. 

"Kalau saya, saya bisa menjawab riil kalau saya presiden. Kalau saya menjawab sebagai presiden, insyaallah timnya kompak dan nggak ada reshuffle," ujarnya. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »